Presentasi Kelompok 8
Presentasi ini disampaikan oleh teman saya Hatta, Rita, Ella, dan mb.Dista. Diskusi kali ini membahas tentang metode analisis vegetasi...
Komunitas sendiri dapat diartikan sebagai sebagai kumpulan dari berbagai populasi yang hidup pada suatu waktu dan daerah tertentu yang saling berinteraksi dan mempengaruhi satu sama lain. Komunitas memiliki derajat keterpaduan yang lebih kompleks bila dibandingkan dengan individu dan populasi.
metode analisis vegetasi yang mencangkup tentang analisis vegetasi, teknik pencuplikan, mengenal macam-macam peta vegetasi, membuat kurva luas minimum, serta menghitung kerapatan, frekuensi, penutupan (coverage), dominasi dan indeks nilai penting. metode analisis vegetasi ada 3,yaitu metode destruktif, metode florostika, dan metode non florostika.
Pada pejelasan kelompok 8 mengenai metode analisis vegetasi timbul berbagai pertanyaan,yaitu:
1. Dari saudari Susan Amina, bertanya mengenai "Metode apa yang menurut kelompok 8 itu yang paling efisien untuk digunakan?"
2. Phriska menanyakan tentang perbedaan hutan primer dan hutan sekunder??
3. Dari saudari Fitri merasa kurang paham dikarenakan anak-anak di kelas pada berlangsungnya diskusi ramai sehingga saya tidak mengerti.
Adapun jawan dari pertanyaan tadi,,yang pertama ialah metode yang paling efisien untuk digunakan yaitu metode non florostika,dikarenakan menggambarkan kerapatan suatu vegetasi, luas penutupan suatu populasi,penyebaran dari populasi suatu kawasan atau frekuensi. jawaban dari pertanyaan yang kedua ialah yaitu hutan primer adalah hutan yang telah mencapai umur lanjut dan cirri structural tertentu yang sesuai dengan pematangannya sehingga dengan demikian memiliki sifat-sifat ekologi yang murni. Sedangkan hutan sekunder adalah hutan yang tumbuh kembali secara alami setelah ditebang atau dirusak.
Kelompok 9 mengenai "Ekosistem"
Dalam diskusi pada pembahasaan Ekosistem ini, dipresentasikan oleh teman saya Martha, Linata, Lita, dan Wanti.
Presentasi ini membahas tentang ekosistem yang mencangkup pngertian dari ekosistem, sistem terbuka dan tertutup, steady state, struktur dan komponen ekosistem, aliran energi, siklus biogeokimia, produktivitas dan daya dukung, proses-proses dasar dalam produktivitas primer, metode penentuan produktivitas primer, dan produktivitas berbagai ekosistem. Ekosistem itu sendiri ialah hubungan timbal balik antara komponen biotik dengan komponen abiotik. Komponen abiotik itu meliputi udara, suhu, air, tanah, mineral, pH. Sedangkan komponen biotik ialah semua komponen makhluk hidup yang berada di bumi ini. Adapun tingkatan dari ekosiistem itu sendiri meliputi: produsen, konsumen, dan pengurai. Aliran energi dimulai dari cahaya matahari lalu organ autotrof lalu konsumen lau pengurai lalu yang terakhir yaitu produsen.
Setlah penjelasan kelompok ini,banyak pertanyaan yang timbul dari diskusi kelompok 9 yang pertama ditanyakan oleh saudari Veni menyakan penjelasan tentang produktivitas primer kotor dan produktivitas primer bersih? dan saudara Hattahin mengenai energi dalam proses fotosintesis sebagai rumus yang benar itu bagaimana?
jawaban pertama di sampaikan oleh Wanti yang menyatakan produktifitas primer bersih merupakan sisa energi produktifitas primer kotor yang baru disimpan, sedangkan produktifitas primer kotor yaitu bahan organik yang dihasilkan fotosintesis organsme autotrop. dan jawaban kedua di jawab oleh Linata yaitu oleh Linata “ sebenarnya rumus tersebut sama saja karena C6H12O6 merupakan suatu energi.
Kedua kelompok ini menurut saya sudah cukup baik dalam menjelaskan masing-masing materi presentasinya, hanya saja kondisi pada saat presentasi mungkin kurang maksimal dikarenakan ruangan yang kurang memadai sehingga kurang lebih 80% mahasiswax yang benar-benar memperhatikan presentasi dari kelompok 8 dan kelompok 9.
Sabtu, 07 Januari 2012
Senin, 02 Januari 2012
Refleksi kelompok 7
Pada bahasan kelompok ini saya, atia, dan lysa adalah pemateri diskusi ini yang menjelaskan mengenai "KOMUNITAS TUMBUHAN (VEGETASI)"
Dari semua penjelasan yang telah kelompok kami sampaikan timbul beberapa pertanyaan mengenai:
1. Konsep dasar dari asosiasi, ecoton dll.berikan penjelasan yang konkrit dan contohnya dari saudari nani kusmiati
2. apa yang di maksud dengan hubungan yang erat dan kurang erat tersebut dari saudari martha nur
Kelompok kami telah menjawab semua pertanyaan tsb, hanya saja saya sendiri kurang memahami tentang asosiasi dan ecoton tsb sehingga timbul banyak sanggahan dari saudara hattain,ilham,dan hendi. Sebenarnya sya tahu dari maksud asosiasi dan ecoton, hanya saja dalam menyampaikan melalui kata-kata saya kurang menguasai. Sedangkan pada pertanyaan yang kedua telah djelaskan bahwa interaksi yang bersifat erat yaitu interaksi yang dapat menimbulkan keuntungan pada salah satu atau kedua belah organisme tersebut. contohnya predator, hubungan antara predator dengan mangsanya. interaksi antar organisme yang kurang erat yaitu interaksi yang bersifat tidak menguntungkan kedua belah pihak contohnya yaitu Netral.
Untuk itu kami harap maklum adanya mengenai presentasi kelpok kami. dan kami memohon bantuan kepada bapak Husamah agar membagi sedikit ilmunya mengenai hal yang kurang saya pahami tsb.
Dari semua penjelasan yang telah kelompok kami sampaikan timbul beberapa pertanyaan mengenai:
1. Konsep dasar dari asosiasi, ecoton dll.berikan penjelasan yang konkrit dan contohnya dari saudari nani kusmiati
2. apa yang di maksud dengan hubungan yang erat dan kurang erat tersebut dari saudari martha nur
Kelompok kami telah menjawab semua pertanyaan tsb, hanya saja saya sendiri kurang memahami tentang asosiasi dan ecoton tsb sehingga timbul banyak sanggahan dari saudara hattain,ilham,dan hendi. Sebenarnya sya tahu dari maksud asosiasi dan ecoton, hanya saja dalam menyampaikan melalui kata-kata saya kurang menguasai. Sedangkan pada pertanyaan yang kedua telah djelaskan bahwa interaksi yang bersifat erat yaitu interaksi yang dapat menimbulkan keuntungan pada salah satu atau kedua belah organisme tersebut. contohnya predator, hubungan antara predator dengan mangsanya. interaksi antar organisme yang kurang erat yaitu interaksi yang bersifat tidak menguntungkan kedua belah pihak contohnya yaitu Netral.
Untuk itu kami harap maklum adanya mengenai presentasi kelpok kami. dan kami memohon bantuan kepada bapak Husamah agar membagi sedikit ilmunya mengenai hal yang kurang saya pahami tsb.
Refleksi Kelompok 6
Pada presentasi kelompok 6 dijelaskan oleh teman saya yang bernama, berlian pratama, siti sholikah, risa lilies dan fitri. mengenai bahasan tentang Populasi.
Populasi merupakan kumpulan individu dari suatu jenis organisme,baik yang hidup atau pun benda tak hidup. Karakteristik populasi sendiri yaitu;
a. Kerapatan ukuran besar populasi berhubungan dengan satuan ruang (area)
b. Natalitas ialah kemampuan populasi untuk bertambah atau meningkatkan jumlah melalui baru yang telah dilahirkan.
c. Motalitas yaitu kematian individu dalam populasi
Pertumbuhan eksponsial, Pertumbuhan sigmoid dan Fluktuasi populasi.selain itu juga menerangkan tentang penyebaran populasi Jenis endemic dan kosmopolit dimana faktor yang mempengaruhi persebaran jenis endemik dan kosmopolit.
Dari penjelasan kelompok ini timbul berbagai pertanyaan yaitu: pertama,tentang hal apa yang mempengaruhi pertumbuhan eksponensial dalam membentuk huruf C pada grafik seperti gambar pada slide serta jelaskan faktor-faktornya?? ; kedua, potensi biotik dan penyebaran umur itu apa termasuk dalam karakteristikpopulasi??
Dari pertanyaan tersbut yang belum saya pahami tentang pertanyaan yang pertama tadi. dikarenakan kondisi kelas yang ramai dan tidak nyaman.
Populasi merupakan kumpulan individu dari suatu jenis organisme,baik yang hidup atau pun benda tak hidup. Karakteristik populasi sendiri yaitu;
a. Kerapatan ukuran besar populasi berhubungan dengan satuan ruang (area)
b. Natalitas ialah kemampuan populasi untuk bertambah atau meningkatkan jumlah melalui baru yang telah dilahirkan.
c. Motalitas yaitu kematian individu dalam populasi
Pertumbuhan eksponsial, Pertumbuhan sigmoid dan Fluktuasi populasi.selain itu juga menerangkan tentang penyebaran populasi Jenis endemic dan kosmopolit dimana faktor yang mempengaruhi persebaran jenis endemik dan kosmopolit.
Dari penjelasan kelompok ini timbul berbagai pertanyaan yaitu: pertama,tentang hal apa yang mempengaruhi pertumbuhan eksponensial dalam membentuk huruf C pada grafik seperti gambar pada slide serta jelaskan faktor-faktornya?? ; kedua, potensi biotik dan penyebaran umur itu apa termasuk dalam karakteristikpopulasi??
Dari pertanyaan tersbut yang belum saya pahami tentang pertanyaan yang pertama tadi. dikarenakan kondisi kelas yang ramai dan tidak nyaman.
Refleksi kelompok 5
Pada kelompok ini bahasannya tentang "Abiotik dan Biotik namun pada kelompok membahas tentang faktor edafik (tanah) topografi dan faktor lingkungan biotik dan interaksinya". Diskusi kelompok 5 (Ilham Budi, Susan Aminah, Neni Lusiana dan Qurrhata A’yun).
Tanah merupakan unsur penting bagi kehidupan makhluk hidup dan merupakan campuran unsur organik. Struktur tanah sendiri ialaah granular, gumpal, prisma, tiang, lempeng, dan remah. struktur tanah yang terdiri dari bobot isi tanah, warna tanah dan konsentrasi tanah (basah dan kering). Kandungan tanah yang diterangak oleh kelompok ini mengenai kandungan organik yang terdiri dari, pH tanah, kandungan organik,nitrogen (berfungsi untuk pembentukan klorofil), kalium (terbentuk dari pelapukan batuan), natrium, magnesium (membantu terhadap pengguguran daun). Organisme dalam tanah, prfil tanah serta topografi. pada diskusi ini timbul beberapa pertanyaan dari para audience yaitu:
1. Apakah kandungan tiap horizon tanah memiliki senyawa yang sama???
2. Mengapa mikroorganisme semakin masuk ke tanah semakin tidak berkurang jumlahnya??
kemudian para pemateri telah mampu menjelaskan tentang hal apa saja yang telah ditanyakan tsb. akan tetapi saya masih belum mengerti mengenai profil tanah dsb...saya ingin langsung bapak husamah yang menjelaskannya.
Artikel mengenai Profil Tanah
Categorized | IPS, Pendidikan
Profil Tanah
Posted on 27 December 2011.
Interaksi faktor dan proses pedogenesis akan menghasilkan sifat-sifat tanah yang dicerminkan dalam bentuk horizon dan saling tindak antarhorizon di dalam profil yang tampak setelah dilakukan penggalian secara vertikal.
1. Sifat Tanah
Istilah sifat tanah digunakan untuk menjembatani beberapa konsep yang mempunyai persamaan arti, misalnya karakter, karakteristik, kenampakan, dan laksana.
Sifat pedogenesis adalah total semua sifat tanah yang dapat diamati dalam pedon. Sifat ini dapat dikelompokkan berdasarkan perbedaan proses pedogenesis dan faktor-faktor yang mempengaruhi, yakni sebagai berikut.
a. Litogenik: sifat ash bahan induk yang dimodifikasi melalui pelapukan dan neoformasi mineral. Contoh: komposisi mineral, distribusi ukuran partikel, karakteristik struktur, dan warna yang ditentukan oleh kom-posisi batuan.
b Climatogenik: pengaruh iklim (terutama proses pengangkutan bahan tanah). Contoh: pengayaan atau pemiskinan horizon.
c. Fitogenik: sifat komponen organik tanah yang berasal dan komposisi bahan organik sebagai bahan induk tanah dan hasil proses dekomposisi dan humifikasi. Contoh: kandungan humus dan bentuk humus.
d.Hidrogenik: sifat tanah yang terbentuk akibat proses redoks dan difusi di dalam tanah yang mempunyai pengatusan terhambat atau dipengaruhi oleh tinggi air tanah. Contoh: warna gleisasi dan terbentuknya bercak tanah.
e.Antropogenik: kenampakan yang terbentuk akibat aktivitas manusia. Contoh: terbentuknya lapisan olah, cadas olah, percampuran, dan kandungan hara tinggi akibat pemupukan.
Sistem klasifikasi sifat tanah tersebut di atas bermanfaat dalam pengem-bangan sistem klasifikasi morfogenetik.
2. Deskripsi Tanah
a. Teknik Deskripsi Tanah
Horizon tanah adalah lapisan-lapisan tanah yang kurang Iebih seragam di dalam profit, batas antarhorizon yang bertetangga sejajar atau hampir sejajar terhadap permukaan tanah. Horizon tanah dapat dibedakan secara visual dan baths perubahan dan horizon yang satu ke yang lain, terutama tanah-tanah di wilayah tropika basah cenderung kabur atau tidak jelas.
Deskripsi tanah secara sistematik adalah telcnik yang digunakan dalam survei dan pemetaan tanah sehingga satuan tanah dapat dibedakan dan di¬inventarisasi. Deskripsi tanah penting untuk menyiapkan legenda peta dan sistem klasifikasi tanah. Biasanya, diperlukan beberapa deskripsi tanah untuk mengompilasi deskripsi wakil dan satuan peta.
Deskripsi tanah dan survei tanah harus dikombinasikan dengan hasil analisis tanah untuk sampai pada karakterisasi tanah yang baik dan interpretasi secara terperinci. Karakterisasi kimiawi, fisik, mineralogi, dan mikro morfologi tidak dapat dilaksanakan di lapangan, walaupun hasil karakterisasi tersebut sering kali mempunyai korelasi dengan pengamatan makromorfologi di lapangan.
Deskripsi tanah merupakan hal yang sangat bermanfaat untuk memerikan horizon dan proses pembentukan profit secara sistematis. Deskripsi tanah termasuk deskripsi profit dan deskripsi kondisi permukaan. Keadaan permukaan yang umum diperikan adalah kondisi geologi, geomorfologi, iklim, vegetasi, hidrologi, penggunaan lahan untuk loka dan di sekeliling
profil. Karena deskripsi dilakukan secara simultan maka terjadi tumpangtindih antara pengumpulan data untuk survei sumber daya tanah dan survei sumber daya lahan.
Deskripsi profil dan keadaan permukaan lahan diperlukan untuk interpretasi horizon sebagai proses pedogenesis atau lapisan yang belum meng-alami proses pembentukan tanah, tetapi sebagai hasil proses geologi.
Deskripsi yang dilaksanakan harus menggunakan model yang baku untuk memudahkan dalam pembandingan tanah dan lokasi yang berbeda. Ada beberapa variasi dalam metodologi deskripsi profil yang berkembang di banyak negara kemungkinan karena ide pakar pedologi yang sangat dipengaruhi oleh kondisi lingkungan setempat, di samping mengikuti sistem klasifikasi yang digunakan. Tujuan deskripsi kemungkinan juga dipengaruhi oleh karakteristik tanah tertentu, terutama apabila ditambah dengan hasil pengukuran laboratorium. Banyak horizon diagnostik (USDA, 1992) yang persyaratannya memerlukan hasil pengukuran laboratorium (kejenuhan basa, translokasi lempung, dan lain-lain).
b. Nomenklatur Horizon Tanah
Simbol-simbol yang digunakan sebagai notasi horizon adalah sebagai berikut.
Huruf kapital H, 0, A, E, B, C, dan R merupakan notasi horizon utama atau horizon yang dominan yang berkembang dari bahan induk. Tepatnya, C dan R bukan sebagai “horizon” tetapi sebagai “lapisan” karena karakteristiknya tidak dihasilkan melalui proses pembentukan tanah. Di bawah ini adalah daftar horizon utama sebagai elemen utama profil tanah. Kombinasi huruf kapital merupakan horizon transisi.
Huruf kecil digunakan sebagai tambahan notasi horizon utama yang menyatakan keistimewaan atau ciri khusus yang dimiliki oleh horizon utama. Huruf kecil ditulis setelah huruf besar. Dua huruf kecil menun-jukkan dua ciri yang terjadi dalam satu horizon.
Angka arab digunakan sebagai tambahan pembagian horizon utama. Untuk horizon utama A dan B, tambahan angka arab selalu diikuti oleh simbol huruf kecil. Angka arab digunakan juga sebagai tambahan simbol apabila terjadi diskontinuitas batuan (lithologic discontinuities).
Simbol notasi horizon dan lapisan tanah terdapat perbedaan antara Supplement to the Soil Survey Manual (Soil Survey Staff, 1962) dan Soil Survey Manual (Soil Survey Staff, 1981). Berikut ini notasi horizon terbaru.
1. Horizon atau lapisan 0, yakni lapisan tanah yang didominasi oleh bahan organik. Dalam beberapa kasus lapisan tanah tersebut dijenuhi air dalam waktu yang relatif lama atau pernah jenuh air kemudian dilakukan pengatusan buatan; yang lain tidak pernah dijenuhi air.
2. Horizon A, yakni horizon mineral yang terbentuk di permukaan atau di bawah horizon 0 yang menunjukkan kehilangan keseluruhan atau sebagian struktur ash batuan. Pada horizon A mungkin terjadi akumulasi humifikasi bahan organik yang bercampur dengan bahan mineral dan tidak dipengaruhi sama sekali oleh karakteristik horizon E atau B. Sifat yang dimiliki merupakan hasil kegiatan pertanian atau kegiatan lain yang merusak.
3. Horizon E, yakni horizon tanah mineral dengan karakteristik khusus telah terjadi kehilangan lempung silikat, besi, aluminium, atau kombina¬sinya, dan yang tinggal merupakan akumulasi debu atau pasir. Hori¬zon tanah ini menunjukkan terjadinya kehilangan sebagian atau kese¬luruhan struktur ash batuan.
4. Horizon B, yakni horizon tanah yang terbentuk di bawah horizon A, E, atau 0 dan didominasi oleh kehilangan sebagian atau keseluruhan struk¬tur ash batuan dan menunjukkan satu atau lebih karakteristik berikut ini:
* iluviasi lempung silikat, besi, aluminium, humus, karbonat, gip-sum, atau silika masing-masing secara murni atau kombinasi;
* tampak nyata kehilangan karbonat;
* konsentrasi residu silika;
* kutan seskuioksida yang menghasilkan horizon mempunyai warna value rendah, warna chroma tinggi, atau memiliki hue lebih merah daripada horizon di bawah atau di atasnya tanpa menunjukkan adanya iluviasi besi;
* alterasi yang membentuk lempung silikat atau melepaskan oksida atau keduanya dan terbentuk struktur granuler, gumpal atau prisma¬tik apabila perubahan volume diikuti perubahan kandungan lengas;
http://www.artikelsahabat.com/profil-tanah.html
Tanah merupakan unsur penting bagi kehidupan makhluk hidup dan merupakan campuran unsur organik. Struktur tanah sendiri ialaah granular, gumpal, prisma, tiang, lempeng, dan remah. struktur tanah yang terdiri dari bobot isi tanah, warna tanah dan konsentrasi tanah (basah dan kering). Kandungan tanah yang diterangak oleh kelompok ini mengenai kandungan organik yang terdiri dari, pH tanah, kandungan organik,nitrogen (berfungsi untuk pembentukan klorofil), kalium (terbentuk dari pelapukan batuan), natrium, magnesium (membantu terhadap pengguguran daun). Organisme dalam tanah, prfil tanah serta topografi. pada diskusi ini timbul beberapa pertanyaan dari para audience yaitu:
1. Apakah kandungan tiap horizon tanah memiliki senyawa yang sama???
2. Mengapa mikroorganisme semakin masuk ke tanah semakin tidak berkurang jumlahnya??
kemudian para pemateri telah mampu menjelaskan tentang hal apa saja yang telah ditanyakan tsb. akan tetapi saya masih belum mengerti mengenai profil tanah dsb...saya ingin langsung bapak husamah yang menjelaskannya.
Artikel mengenai Profil Tanah
Categorized | IPS, Pendidikan
Profil Tanah
Posted on 27 December 2011.
Interaksi faktor dan proses pedogenesis akan menghasilkan sifat-sifat tanah yang dicerminkan dalam bentuk horizon dan saling tindak antarhorizon di dalam profil yang tampak setelah dilakukan penggalian secara vertikal.
1. Sifat Tanah
Istilah sifat tanah digunakan untuk menjembatani beberapa konsep yang mempunyai persamaan arti, misalnya karakter, karakteristik, kenampakan, dan laksana.
Sifat pedogenesis adalah total semua sifat tanah yang dapat diamati dalam pedon. Sifat ini dapat dikelompokkan berdasarkan perbedaan proses pedogenesis dan faktor-faktor yang mempengaruhi, yakni sebagai berikut.
a. Litogenik: sifat ash bahan induk yang dimodifikasi melalui pelapukan dan neoformasi mineral. Contoh: komposisi mineral, distribusi ukuran partikel, karakteristik struktur, dan warna yang ditentukan oleh kom-posisi batuan.
b Climatogenik: pengaruh iklim (terutama proses pengangkutan bahan tanah). Contoh: pengayaan atau pemiskinan horizon.
c. Fitogenik: sifat komponen organik tanah yang berasal dan komposisi bahan organik sebagai bahan induk tanah dan hasil proses dekomposisi dan humifikasi. Contoh: kandungan humus dan bentuk humus.
d.Hidrogenik: sifat tanah yang terbentuk akibat proses redoks dan difusi di dalam tanah yang mempunyai pengatusan terhambat atau dipengaruhi oleh tinggi air tanah. Contoh: warna gleisasi dan terbentuknya bercak tanah.
e.Antropogenik: kenampakan yang terbentuk akibat aktivitas manusia. Contoh: terbentuknya lapisan olah, cadas olah, percampuran, dan kandungan hara tinggi akibat pemupukan.
Sistem klasifikasi sifat tanah tersebut di atas bermanfaat dalam pengem-bangan sistem klasifikasi morfogenetik.
2. Deskripsi Tanah
a. Teknik Deskripsi Tanah
Horizon tanah adalah lapisan-lapisan tanah yang kurang Iebih seragam di dalam profit, batas antarhorizon yang bertetangga sejajar atau hampir sejajar terhadap permukaan tanah. Horizon tanah dapat dibedakan secara visual dan baths perubahan dan horizon yang satu ke yang lain, terutama tanah-tanah di wilayah tropika basah cenderung kabur atau tidak jelas.
Deskripsi tanah secara sistematik adalah telcnik yang digunakan dalam survei dan pemetaan tanah sehingga satuan tanah dapat dibedakan dan di¬inventarisasi. Deskripsi tanah penting untuk menyiapkan legenda peta dan sistem klasifikasi tanah. Biasanya, diperlukan beberapa deskripsi tanah untuk mengompilasi deskripsi wakil dan satuan peta.
Deskripsi tanah dan survei tanah harus dikombinasikan dengan hasil analisis tanah untuk sampai pada karakterisasi tanah yang baik dan interpretasi secara terperinci. Karakterisasi kimiawi, fisik, mineralogi, dan mikro morfologi tidak dapat dilaksanakan di lapangan, walaupun hasil karakterisasi tersebut sering kali mempunyai korelasi dengan pengamatan makromorfologi di lapangan.
Deskripsi tanah merupakan hal yang sangat bermanfaat untuk memerikan horizon dan proses pembentukan profit secara sistematis. Deskripsi tanah termasuk deskripsi profit dan deskripsi kondisi permukaan. Keadaan permukaan yang umum diperikan adalah kondisi geologi, geomorfologi, iklim, vegetasi, hidrologi, penggunaan lahan untuk loka dan di sekeliling
profil. Karena deskripsi dilakukan secara simultan maka terjadi tumpangtindih antara pengumpulan data untuk survei sumber daya tanah dan survei sumber daya lahan.
Deskripsi profil dan keadaan permukaan lahan diperlukan untuk interpretasi horizon sebagai proses pedogenesis atau lapisan yang belum meng-alami proses pembentukan tanah, tetapi sebagai hasil proses geologi.
Deskripsi yang dilaksanakan harus menggunakan model yang baku untuk memudahkan dalam pembandingan tanah dan lokasi yang berbeda. Ada beberapa variasi dalam metodologi deskripsi profil yang berkembang di banyak negara kemungkinan karena ide pakar pedologi yang sangat dipengaruhi oleh kondisi lingkungan setempat, di samping mengikuti sistem klasifikasi yang digunakan. Tujuan deskripsi kemungkinan juga dipengaruhi oleh karakteristik tanah tertentu, terutama apabila ditambah dengan hasil pengukuran laboratorium. Banyak horizon diagnostik (USDA, 1992) yang persyaratannya memerlukan hasil pengukuran laboratorium (kejenuhan basa, translokasi lempung, dan lain-lain).
b. Nomenklatur Horizon Tanah
Simbol-simbol yang digunakan sebagai notasi horizon adalah sebagai berikut.
Huruf kapital H, 0, A, E, B, C, dan R merupakan notasi horizon utama atau horizon yang dominan yang berkembang dari bahan induk. Tepatnya, C dan R bukan sebagai “horizon” tetapi sebagai “lapisan” karena karakteristiknya tidak dihasilkan melalui proses pembentukan tanah. Di bawah ini adalah daftar horizon utama sebagai elemen utama profil tanah. Kombinasi huruf kapital merupakan horizon transisi.
Huruf kecil digunakan sebagai tambahan notasi horizon utama yang menyatakan keistimewaan atau ciri khusus yang dimiliki oleh horizon utama. Huruf kecil ditulis setelah huruf besar. Dua huruf kecil menun-jukkan dua ciri yang terjadi dalam satu horizon.
Angka arab digunakan sebagai tambahan pembagian horizon utama. Untuk horizon utama A dan B, tambahan angka arab selalu diikuti oleh simbol huruf kecil. Angka arab digunakan juga sebagai tambahan simbol apabila terjadi diskontinuitas batuan (lithologic discontinuities).
Simbol notasi horizon dan lapisan tanah terdapat perbedaan antara Supplement to the Soil Survey Manual (Soil Survey Staff, 1962) dan Soil Survey Manual (Soil Survey Staff, 1981). Berikut ini notasi horizon terbaru.
1. Horizon atau lapisan 0, yakni lapisan tanah yang didominasi oleh bahan organik. Dalam beberapa kasus lapisan tanah tersebut dijenuhi air dalam waktu yang relatif lama atau pernah jenuh air kemudian dilakukan pengatusan buatan; yang lain tidak pernah dijenuhi air.
2. Horizon A, yakni horizon mineral yang terbentuk di permukaan atau di bawah horizon 0 yang menunjukkan kehilangan keseluruhan atau sebagian struktur ash batuan. Pada horizon A mungkin terjadi akumulasi humifikasi bahan organik yang bercampur dengan bahan mineral dan tidak dipengaruhi sama sekali oleh karakteristik horizon E atau B. Sifat yang dimiliki merupakan hasil kegiatan pertanian atau kegiatan lain yang merusak.
3. Horizon E, yakni horizon tanah mineral dengan karakteristik khusus telah terjadi kehilangan lempung silikat, besi, aluminium, atau kombina¬sinya, dan yang tinggal merupakan akumulasi debu atau pasir. Hori¬zon tanah ini menunjukkan terjadinya kehilangan sebagian atau kese¬luruhan struktur ash batuan.
4. Horizon B, yakni horizon tanah yang terbentuk di bawah horizon A, E, atau 0 dan didominasi oleh kehilangan sebagian atau keseluruhan struk¬tur ash batuan dan menunjukkan satu atau lebih karakteristik berikut ini:
* iluviasi lempung silikat, besi, aluminium, humus, karbonat, gip-sum, atau silika masing-masing secara murni atau kombinasi;
* tampak nyata kehilangan karbonat;
* konsentrasi residu silika;
* kutan seskuioksida yang menghasilkan horizon mempunyai warna value rendah, warna chroma tinggi, atau memiliki hue lebih merah daripada horizon di bawah atau di atasnya tanpa menunjukkan adanya iluviasi besi;
* alterasi yang membentuk lempung silikat atau melepaskan oksida atau keduanya dan terbentuk struktur granuler, gumpal atau prisma¬tik apabila perubahan volume diikuti perubahan kandungan lengas;
http://www.artikelsahabat.com/profil-tanah.html
Kamis, 08 Desember 2011
Faktor Yang Mempengaruhi Perkembangan Dan Pertumbuhan Tumbuhan/Tanaman - Teori Biologi
Thu, 14/02/2008 - 12:12am — godam64
Banyak faktor alasan atau penyebab yang mempengaruhi perkembangan dan pertumbuhan tumbuh-tumbuhan, tanaman, pohon, dll. Apabila faktor tersebut kebutuhannya tidak terpenuhi maka tanaman tersebut bisa mengalami dormansi / dorman yaitu berhenti melakukan aktifitas hidup. Faktor pengaruh tersebut yakni :
1. Faktor Suhu / Temperatur Lingkungan
Tinggi rendah suhu menjadi salah satu faktor yang menentukan tumbuh kembang, reproduksi dan juga kelangsungan hidup dari tanaman. Suhu yang baik bagi tumbuhan adalah antara 22 derajat celcius sampai dengan 37 derajad selsius. Temperatur yang lebih atau kurang dari batas normal tersebut dapat mengakibatkan pertumbuhan yang lambat atau berhenti
2. Faktor Kelembaban / Kelembapan Udara
Kadar air dalam udara dapat mempengaruhi pertumbuhan serta perkembangan tumbuhan. Tempat yang lembab menguntungkan bagi tumbuhan di mana tumbuhan dapat mendapatkan air lebih mudah serta berkurangnya penguapan yang akan berdampak pada pembentukan sel yang lebih cepat.
3. Faktor Cahaya Matahari
Sinar matahari sangat dibutuhkan oleh tanaman untuk dapat melakukan fotosintesis (khususnya tumbuhan hijau). Jika suatu tanaman kekurangan cahaya matahari, maka tanaman itu bisa tampak pucat dan warna tanaman itu kekuning-kuningan (etiolasi). Pada kecambah, justru sinar mentari dapat menghambat proses pertumbuhan.
4. Faktor Hormon
Hormon pada tumbuhan juga memegang peranan penting dalam proses perkembangan dan pertumbuhan seperti hormon auksin untuk membantu perpanjangan sel, hormon giberelin untuk pemanjangan dan pembelahan sel, hormon sitokinin untuk menggiatkan pembelahan sel dan hormon etilen untuk mempercepat buah menjadi matang. Mengenai hormon tanaman akan dijelaskan pada artikel lain yang dapat dicari melalui fitur pencarian di sebalan kiri situs organisasi.org ini.
Thu, 14/02/2008 - 12:12am — godam64
Banyak faktor alasan atau penyebab yang mempengaruhi perkembangan dan pertumbuhan tumbuh-tumbuhan, tanaman, pohon, dll. Apabila faktor tersebut kebutuhannya tidak terpenuhi maka tanaman tersebut bisa mengalami dormansi / dorman yaitu berhenti melakukan aktifitas hidup. Faktor pengaruh tersebut yakni :
1. Faktor Suhu / Temperatur Lingkungan
Tinggi rendah suhu menjadi salah satu faktor yang menentukan tumbuh kembang, reproduksi dan juga kelangsungan hidup dari tanaman. Suhu yang baik bagi tumbuhan adalah antara 22 derajat celcius sampai dengan 37 derajad selsius. Temperatur yang lebih atau kurang dari batas normal tersebut dapat mengakibatkan pertumbuhan yang lambat atau berhenti
2. Faktor Kelembaban / Kelembapan Udara
Kadar air dalam udara dapat mempengaruhi pertumbuhan serta perkembangan tumbuhan. Tempat yang lembab menguntungkan bagi tumbuhan di mana tumbuhan dapat mendapatkan air lebih mudah serta berkurangnya penguapan yang akan berdampak pada pembentukan sel yang lebih cepat.
3. Faktor Cahaya Matahari
Sinar matahari sangat dibutuhkan oleh tanaman untuk dapat melakukan fotosintesis (khususnya tumbuhan hijau). Jika suatu tanaman kekurangan cahaya matahari, maka tanaman itu bisa tampak pucat dan warna tanaman itu kekuning-kuningan (etiolasi). Pada kecambah, justru sinar mentari dapat menghambat proses pertumbuhan.
4. Faktor Hormon
Hormon pada tumbuhan juga memegang peranan penting dalam proses perkembangan dan pertumbuhan seperti hormon auksin untuk membantu perpanjangan sel, hormon giberelin untuk pemanjangan dan pembelahan sel, hormon sitokinin untuk menggiatkan pembelahan sel dan hormon etilen untuk mempercepat buah menjadi matang. Mengenai hormon tanaman akan dijelaskan pada artikel lain yang dapat dicari melalui fitur pencarian di sebalan kiri situs organisasi.org ini.
Senin, 05 Desember 2011
refleksi diskusi kel 3 dan 4
Pada kelompok 3 berdiskusi tentang cahaya dan suhu, ada beberapa pertanyaan yang kurang di jawab dengan sempurna. Yaitu pada bahasan tentang poikilotrm dan steinoterm. pemateri tidak menguasai materi dengan baik. sehingga penjelasan kurang saya mengerti. Kepada bapak husamah tolong untuk mengkaji ulang. Kemudian pada pertanyaan fotoperiodisme apakah tumbuhan jati mengalami fotoperidisme,tentu iy.karena pohon jati menggugurkan daunnya pada musim kemarau itu untuk menahan penguapan air.kelompok ini juga tidak menjelaskan tentang materi zonasi tumbuhan berdasarkan suhu.
Bahasan pada kelompok 4 yaitu tentang atmosfer, dimana di dalam atmosfer terdapat komponen penting yaitu N, o2, co2, argon dll. Adapun lapisan atmosfer ada 5 yaitu lapisan troposfer, stratosfer, mesosfer, thermosfer, dan eksosfer. Dalam diskusi yang telah dilakukan tadi, timbul beberapa pertanyaan yaitu;
1.mengenai pengaruh atmosfer terhadap pertumbuhan yang telah di tanyakan oleh saudari teti
2.Bagaimana mekanisme atau proses efek dari sirkulasi hidrologi tehadap proses pertumbuhan tanaman yang telah ditanyakan oleh saya sendiri
3. Mengapa tetap ada musim kemarau dan musim hujan,,padahal matahari selalu terbit dilangit,hanya saja tidak tampak.penanya saudara samsul arifin
Jawabannya ialah :
1. Dikarenakan atmosfer mengandung komponen penyusun yang penting yaitu co2, o2, Nitrogen, argon dsb.
2. dalam mencapai tanah, air bergerak secara kontinue yang dnamakan sirkulasi air.dimana air bergerak secara horizontal dan vertikal, jadi apabila keadaan air tidak baik,maka pada tumbuhan tidak mengalami proses pertumbuhan secara optimum atau maksimal
3. Di karenakan uapan air laut tertimbun di dalam awan,,disitu terjadinya musim kemarau.sedangkan musim penghujan pada saat kondisi awan sudah tidak mampu menahan uapan air, dan keluarlah butiran-butiran air kebumi. sanggahan dari saudara ilham atas jawaban saudari ika, ialah dikarenakan adanya angin muson barat dan angin muson timur. dan semua awan memiliki potensi mengeluarkan butiran hujan tersebut.
Prediksi untuk kedepan : Kelompok yang akan tampil akan membahas Faktor edafik (tanah) Faktor edafik (tanah), Topografi, Faktor lingkungan biotik dan interaksinya, POPULASI.
Bahasan pada kelompok 4 yaitu tentang atmosfer, dimana di dalam atmosfer terdapat komponen penting yaitu N, o2, co2, argon dll. Adapun lapisan atmosfer ada 5 yaitu lapisan troposfer, stratosfer, mesosfer, thermosfer, dan eksosfer. Dalam diskusi yang telah dilakukan tadi, timbul beberapa pertanyaan yaitu;
1.mengenai pengaruh atmosfer terhadap pertumbuhan yang telah di tanyakan oleh saudari teti
2.Bagaimana mekanisme atau proses efek dari sirkulasi hidrologi tehadap proses pertumbuhan tanaman yang telah ditanyakan oleh saya sendiri
3. Mengapa tetap ada musim kemarau dan musim hujan,,padahal matahari selalu terbit dilangit,hanya saja tidak tampak.penanya saudara samsul arifin
Jawabannya ialah :
1. Dikarenakan atmosfer mengandung komponen penyusun yang penting yaitu co2, o2, Nitrogen, argon dsb.
2. dalam mencapai tanah, air bergerak secara kontinue yang dnamakan sirkulasi air.dimana air bergerak secara horizontal dan vertikal, jadi apabila keadaan air tidak baik,maka pada tumbuhan tidak mengalami proses pertumbuhan secara optimum atau maksimal
3. Di karenakan uapan air laut tertimbun di dalam awan,,disitu terjadinya musim kemarau.sedangkan musim penghujan pada saat kondisi awan sudah tidak mampu menahan uapan air, dan keluarlah butiran-butiran air kebumi. sanggahan dari saudara ilham atas jawaban saudari ika, ialah dikarenakan adanya angin muson barat dan angin muson timur. dan semua awan memiliki potensi mengeluarkan butiran hujan tersebut.
Prediksi untuk kedepan : Kelompok yang akan tampil akan membahas Faktor edafik (tanah) Faktor edafik (tanah), Topografi, Faktor lingkungan biotik dan interaksinya, POPULASI.
refleksi tgs dr kel 1 n 2
Pada diskusi yang dilakukan minggu kemaren,,didapatkan berbagai informasi mengenai apa yang dimaksud dari ekologi tumbuhan itu sendiri.Ekologi tumbuhan menurut kelompok 1, menjelaskan bahwa ekologi terbagi menjadi 4 golongan, yaitu: ekologi komunitas, fisiologi, tumbuhan, dan manusia. Banyak sekali pertanyaan yang muncul di dalam diskusi pada penjelasan yang berkaitan dengan aspek terapan di dalam perkotaan. yang pertama, mengenai definisi hutan kota dan ruang terbuka kota. yang kedua mengenai bentuk hutan kota yang berada di daerah permukiman, dan yang terakhir ialah tumbuhan apa saja yang bisa ditanam pada huta kota. dan pada kelompok 1 telah menjelaskan semaksimal mungkin.Akan tetapi pada kelompok ini tidak menjelaskan tentang apa konsep dari hutan itu sendiri, jadi membuat jawaban terlalu bertela-tela kepada yang bertanya. Hal yang dapat saya peroleh ialah hutan kota biasanya terdapat di jantung kota. Yang berguna untuk mengurangi polusi asap kendaraan bermotor serta mengandung nilai estetika dan juga sebagai penghasil o2 dimana kota rentan akan banyak gas co2. Ada pun bentuk dari hutan kota itu sendiri ialah seperti jalur hijau yang dipiggir jalan, taman kota, kebun dan halaman rumah, kebun raya sebagai tempat wisata, hutan raya, kebun binatang, hutan lindung dsb. Tanaman yang biasanya ditanam pada hutan kota yaitu tumbuhan yang sifatnya koko,kuat dan bisa bertahan dalam jangka waktu yang lama, yaitu pohon jati, pohon berngin dll.
Pada diskusi kelompok 2, menjelaskan tentang Tumbuhan di dalam lingkungan. Maksud dari tumbuhan didalam lingkungan ialah tumbuhan yang dapat hidup di lingkungan makro atau mikro. Adapun lingkungan itu sendiri terbagi menjadi 2, yaitu lingkungan abioik dan lingkungan biotik. kemudian dalam penjelasan akan pertanyaan yang berkaitan dengan hukum liebag masih belum terlalu jelas saya mengerti. yang cuma saya tahu, hukum liebig berkaitan dengan pertumbuhan tanaman yang tergantung pada jumlah minimal. Kemudian pertanyaan dengan hukum niche berserta fungsi niche saya belum mengerti. Karena kelompok 2 juga masih bingung tentang hukum niche dan liebig. saya akan mencari informasi sendiri tentang hal tersebut, dan akan saya posting dalam blog saya nantinya. Berkaitan dengan penjelasan bunyi itu termasuk dalam faktor abiotik sebenarnya mendapat sumber darimana, karena setahu saya bunyi tidak pernah termasuk dalam komponen faktor abiotik itu sendiri.
Pada diskusi kelompok 2, menjelaskan tentang Tumbuhan di dalam lingkungan. Maksud dari tumbuhan didalam lingkungan ialah tumbuhan yang dapat hidup di lingkungan makro atau mikro. Adapun lingkungan itu sendiri terbagi menjadi 2, yaitu lingkungan abioik dan lingkungan biotik. kemudian dalam penjelasan akan pertanyaan yang berkaitan dengan hukum liebag masih belum terlalu jelas saya mengerti. yang cuma saya tahu, hukum liebig berkaitan dengan pertumbuhan tanaman yang tergantung pada jumlah minimal. Kemudian pertanyaan dengan hukum niche berserta fungsi niche saya belum mengerti. Karena kelompok 2 juga masih bingung tentang hukum niche dan liebig. saya akan mencari informasi sendiri tentang hal tersebut, dan akan saya posting dalam blog saya nantinya. Berkaitan dengan penjelasan bunyi itu termasuk dalam faktor abiotik sebenarnya mendapat sumber darimana, karena setahu saya bunyi tidak pernah termasuk dalam komponen faktor abiotik itu sendiri.
Langganan:
Postingan (Atom)